Minggu, 06 Mei 2012

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI BERBASIS WIRELESS

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI WIRELESS

History of Wireless Network Technology
Wireless Networks :

- Wireless Data Network :
(a) WirelesPAN
(b) WirelesLAN
(c) Wireless MAN / WiMAX
(d) Wireless WAN

- Wireless Telephony
- Cellular Network

Perkembangan Teknologi Wireless Network

PerkembanganTeknologiWireless Network :
Radio, televisi, mobile telepon, sistimkomunikasisatelit

Perkembanganselanjutnya:

Broadband menciptakan GuglielmoMarconi Wireless Networking, cellular telephony Awal dimulainya komunikasi menggunakan wireless telegraph padatahun1896 karakter-karakter alphanumeric yang di kodekan menjadi sinyal Komunikasi pengiriman sinyal telegrafik melalui Samudra Atlantik analog. via satelit,dikenalkan pada tahun 1960.

Mengapa kearah Teknologi Broadband ?

Kecepatan data yang tinggi hanya bisa didapatkan dengan menggunakan teknologi broadband
Contoh: grafik, video, audio
Tingkat kenyamanan terpenuhi dan biaya bisa dikurangi, jika sama-sama menggunakan teknologi wireless
- Layanan bisa tersebar merata dibandingkan layanan fixed / wired
- Mengurangi biaya pemasangan kabel
- Layanan bersifat mobile, dan bisa dilakukan dimana saja.

Wireless Data Network

Menggunakan Band Frekuensi Unlicenced ISM (Industrial Scientific and Medical)2,4 GHz, bahkanadayang 5 GHz Unlicenced tanpa perlu lisensi untuk stasiun radio
Menggunakan teknologi point to point spread spectrum

Untuk mentransmisikan datanyaTeknologi Spread Spectrum :

- FHSS (Frequency Hopping SS)
- DSS (Direct-Sequence SS)
- OFDM (OrtogonalFrequency Division Multiplexing)

Teknologi Spread Spectrum

1. FHSS

Diperkenalkan oleh Lamar dan Antheil untuk teknologi pengiriman data di medan perang. Sebuah sinyal radio dibagi menjadi segment-segment kecil, selanjutnya meng-”hop”kan satu frekuensi ke frekuensi yang lain beberapa kali per detik untuk men- transmisi-kan segment-segment nya. Untukstandart802.11 lama, frekuensi unlicenced 2,4 GHz dibagi menjadi 75 sub kanal, masing-masing lebarnya 1 MHz

Kelemahan
Mudah terjadi interferensi karena mengubah-ubah carrier sinyal beberapakali dalam 1 detik

2. DSSS

- Menggunakan alokasi frekuensi dengan lebar 22 MHz.
- Tidak perlu adanya frequency hopping, setiap link hanya menggunakan1 channel
- Daya yang diperlukan untuk men-transmisi-kan data lebih kecil dari pada frequency hopping (hanya0,1, dBm)
DSS transmitter membagibit-bit data yang akan dikirim kedalam bentuk chip. Di sisi terima, chip-chip direkonstruksi kembali. Penerima juga akan mengidentifikasi noise dan membuangnya sebelum sinyal di-dekode-kan.

0 komentar:

Poskan Komentar