Minggu, 14 Agustus 2011

Integrasi Teknologi Informasi


Materi Pemrograman Berbasis Weblabx_networking_l
Modul Pengenalan PHP
Oleh: Indro Dwi Saputro, A.Md
Apa PHP itu?
Belajar PHP kok ndak ngerti apa itu PHP. Nah, buat yang belum tahu apa itu PHP, berikut artikel singkatnya.
PHP (PHP Hypertext Preprocessor) adalah bahasa script yang ditanam di sisi server. Kalau kita pake istilah sehari-hari, mungkin kayak gini:
Prosesor PHP dijalankan di server (Windows atau Linux). Saat sebuah halaman dibuka dan mengandung kode PHP, prosesor itu akan menerjemahkan dan mengeksekusi semua perintah dalam halaman tersebut, dan kemudian menampilkan hasilnya ke browser sebagai halaman HTML biasa.karena penerjemahan ini terjadi di server, sebuah halaman ditulis dengan PHP dapat dilihat dengan menggunakan semua jenis browser, di sistem operasi apapun.
Seperti sebagian besar bahasa script lainnya, PHP dapat ditanamkan langsung ke dalam HTML. Kode PHP dipisahkan dari HTML dengan menggunakan tanda Start dan End. Ketika seebuah dokumen di baca, prosesor PHP hanya menerjemahkan area yang ditandai saja, dan menampilkan hasilnya pada tempat yang sama.
Ironisnya, PHP juga memiliki kemampuan untuk hampir sepenuhnya memisahkan kode dari HTML. Untuk proyek bersama yang lebih besar, metode ini sangat ideal karena memungkinkan desainer untuk mengerjakan layout halaman tanpa mempengaruhi kode PHPnya.
Sedikit Sejarah PHP
Setelah tahu apa itu PHP, proses berikutnya dalam usaha kamu untuk belajar PHP adalah mengetahui sejarahnya. Memang mengenal sejarah PHP ini tidak terkait langsung dengan proses belajar PHPnya, tapi biasanya ada aja tuh yang nanya. So, biat kamu lebih tahu dikit tentang siapa yang bikin dan gimana sejarahnya, ini artikelnya.
PHP diperkenalkan pada tahun 1994 sebagai sebuah kumpulan script freeware yang berbasis Perl dan dikenal sebagai “Personal Home Page” Tools. Pembuatnya bernama Rasmus Lerdorf. Ternyata paket tersebut banyak mengundang minat para developer dan profesional. Pada tahun 1995, sebuah milis dibuat untuk menyediakan tempat diskusi temasuk mamberikan feedback, perbaikan bug dan ide-ide kode script tersebut.
Terdorong untuk mengembangkan paket aslinya dengan fitur-fitur tambahan, Lerdorf mengeluarkan PHP-F1 (atau PHP2) pada tahun 1995). Versi ini sudah memiliki kemampuan untuk mengambil informasi yan dikirim dari form web dan mengubanya menjadi variabel yang dapat digunakan. Hal yang penting dari fungsi ini adalah bahwa kita bisa menangkap dan mengolah variabel tadi sehingga memungkinkan pengembangan aplikasi web yang interaktif dan lebih kompleks.
Kira-kira pada waktu yang sama, PHP berubah dari kerjaan satu orang menjadi pekerjaan kelompok yang terdiri dari 7 orang developer utama. Mereka memperbaiki sintaks dan menambahkan fungsi dan metode tambahan, serta kemampuan bagi programer PHP lain untuk meningkatkan kemampuan bahasa PHP tersebut dengan modul-modul plug in.
Dengan di realeasenya versi 3 pada tahun 1998, PHP akhirnya tumbuh dengan sendirinya. Seperti C dan Perl, PHP adalah bahasa pemrograman terstruktur dengan variabel, fungsi dan kelas. Kemiripan PHP dengan bahasa-bahasa tersebut mendorong para programer yang berpengalaman untuk pindah ke PHP dan kemudahan penggunaannya secara cepat menumbuhkan pengguna-pengguna baru.
Pada versi PHP3 ini, PHP juga sudah memiliki dukungan terhadap berbagai macam database antara lain MySQL, mSQL, ODBC, Oracle dan Sybase. Selain itu, PHP versi ini juga sudah bisa bekerja dengan gambar, file, FTP, XML dan teknologi lainnya.
Versi PHP4 dibangun kembali dengan prosesor utama yang lebih kuat, mesin PHP baru (mungkin kamu lebih kenal dengan istilah Zend) menawarkan perbaikan kecepatan yang signifikan dibandingkan versi-versi PHP sebelumnya. PHP4 juga mendukung penggunaan session (cara yang lebih mudah untuk bekerja dengan cookies), serta berbagai perbaikan tambahan kecil lainnya.
Hingga saat ini, PHP masih bersifat gratis dan merupakan pelopor dalam gerakan open source. Namun demikian, tidak seperti kebanyakan proyek-proyek opens source lainnya, PHP semakin menjadi penting karena semakin banyak organisasi dan bisnis yang menggunakan PHP.
Bagi developer profesional, salah satu hal yang paling menarik adalah diluncurkannya Zend Encoder, yang memungkinkan kode sumber PHP di enkripsi. Encoder tersebut memang tidak gratis, namun menjanjikan kemungkinan untuk penjualan script-script PHP.
Berikutnya kita akan melihat beberapa alasan mengapa kita memilih PHP dibandingkan bahasa script web lainnya seperti ASP, Cold Fusion dan Perl. Dengan begitu pada bagian akhir tersebut, kamu harusnya udah semangat banget untuk mulai belajar PHP melalui tutorial PHP yang ada di situs ini

0 komentar:

Poskan Komentar