Sabtu, 20 Agustus 2011

Bajaj Auto Bangun Pabrik di Indonesia



JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) terus berupaya meyakinkan prinsipal di India (Bajaj Auto) menanamkan investasi guna membangun pabrik di Indonesia yang ditargetkan pada akhir 2013. Kuncinya, kata Presdir BAI Tomotaka Ishikawa, asal BAI bisa mempertahankan penjualan di atas 3.000 unit per bulan sampai akhir tahun.
"Target saya, akhir tahun ini sudah bisa meyakinkan prinsipal untuk merakit secara lokal (completely knocked down) di sini (Indonesia)," jelas Ishikawa di Hotel Gran Hyatt, Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2011) malam. Untuk nilai investasi belum diputuskan, tetapi diperkirakan sekitar 150 juta dollar AS. Kapasitas pabrik yang akan didirikan sebesar 80.000-100.000 unit per tahun. Ishikawa berharap, saat komitmen investasi sudah dilakukan, volume penjualan Bajaj di Indonesia bisa terus meningkat mencapai rata-rata 5.000 unit per bulan.

Pasokan komponen tersendat
Pemilik sepeda motor Bajaj di Indonesia pernah mengalami kesulitan mencari beberapa komponen cepat ganti (fast moving) di bengkel resmi dalam tiga bulan terakhir. Menurut BAI, hal itu dikarenakan adanya kendala teknis dalam pemesanan komponen dari India.
Dinesh Kulkarni, Vice President Director BAI, menjelaskan, pada Mei dan Juni 2011 perusahaan secara rutin memesan komponen dari India. Tetapi, pada saat pemesanan, jumlah komponen yang dikirim ke Indonesia jauh di bawah permintaan yang ada akibat salah ketik. Jadi, katanya, ketika pihaknya memesan 1.000 komponen, di India untuk jumlah ribuan dipisah pakai tanda koma (1,000). Kondisi ini berjalan selama dua bulan.
"Ada tiga suku cadang utama yang bermasalah jumlah pasokannya, yakni rantai set, kanvas kopling, dan kanvas rem. Tapi, mulai bulan lalu (Juli) pengiriman sudah kembali normal dan kami menjamin ketersediaan suku cadang di seluruh dealer resmi," tegas Kulkarni.

0 komentar:

Poskan Komentar